×

Menilik Ibadah Haji di Tahun 1970-an

Menilik Ibadah Haji di Tahun 1970-an

Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat sakral. Tak jarang, ketika berangkat ke tanah suci, orang menganggapnya sebagai panggilan Alloh SWT pun bisa bisa juga merupakan panggilan terakhir antara hidup dan mati. Prosesi pemberangkatan jamaah haji pun menjadi agenda spiritual agar juga memperoleh berkah. Berikut ini adalah kumpulan ibadah haji di tahun 1970-an.

Ibadah haji di masa itu adalah sebuah perjuangan dan hal yang sangat sakral. Di saat dunia penerbangan belum berkembang pesat seperti sekarang, sarana utama yang digunakan adalah transportasi laut.

Ada beberapa hal yang kami bisa ketengahkan pada konten singkat ini : 

  1. Persiapan para jamaah untuk berangkat haji

(Orang sekampung ikut meramaikan pemberangkatan ke pelabuhan. Terlihat banyak orang bersuka ria ikut mengawasi proses keberangkatan dengan hikmat)

(Suasana sesaat sebelum kapal haji berangkat)

(Kapal sebagai trasnportasi utama berkunjung ke tanah suci tempo dulu)

2. Situasi saat pemberangkatan

(Para Jamaah Haji memasuki kapal yang akan berangkat ke tanah suci)

(Para jamaah saat di dalam kapal, memandang keluar untuk menyaksikan saat-saat meninggalkan tanah air)

(Masih pada situasi yang sama, keberangkatan ini adalah panggilan suci dari Alloh SWT)

(Kapal jamaah haji berangkat menuju tanah suci)

3. Situasi masjidil haram pada tahun 1970-an

(Ka'bah tempo dulu, sangat sakral dengan bangunan sederhana dan tetap menjadi pusat perhatian saat ibadah haji berlangsung)

(Lempar jumroh/balang jumroh tempo dulu)

(Sang Proklamator, Presiden Republik Indonesia saat melaksanakan ibadah haji di tahun 1955)

4. Suasana setelah melaksanakan haji dan tiba di tanah air. 

(Era kapal laut berakhir pada tahun 1978, di tahun inilah pesawat pertama kali digunakan sebagai moda transportasi ke tanah suci menggantikan kapal laut)

(Jamaah haji tiba di tanah air, lengkap dengan pakaian dan suasana yang baru)

PENUTUP

Kami yakin bahwa kesakralan itu masih terus ada hingga saat ini. Terutama bagi para jamaah yang sudah menginjak umur 40-50-60 tahun. Menunaikan ibadah haji bukan lagi sebuah perjalanan wisata, tapi perjalanan ibadah untuk memenuhi panggilan Alloh SWT. 

Alfathour berkantor di ruko deltasari, Bapak/Ibu silahkan berkunjung untuk bertanya seputaran ibadah haji dan umroh kepada staff kami yang ada di kantor. 

Kami melayani dengan sepenuh hati, memberikan yang terbaik bagi Anda para tamu Alloh. Sungguh sebuah kebanggaan bagi kami untuk ikut menyambut para tamu Alloh yang terpanggil melaksanakan ibadah haji dan umroh di tanah suci.

Masalah pembiayaan, tata cara, atau prosedur adalah hal sekunder. Kami meyakini, jika memang takdir menentukan Anda terpanggil, maka dengan mudah segala urusan akan lancer. Kami yakin, jika memang kehendak-Nya, maka tidak ada satupun yang mampu menghalangi. 

Selamat menempuh ibadah ke tanah suci, selama juga bercengkerama intim dengan sang-Kholik di masjidil haram, selama pula bisa berkunjung ke makam Nabi Besar Muhammad SAW. 

Harapan kami, apa yang kami lakukan bisa menjadi jariyah untuk anak cucu kami, dan juga memberi pahala setimpal dengan niat para jamaah.

 

 

Apa Kata Mereka

Abu Rumaisha

Syukur Alhamdulillah... semoga perjalanan menuju Baitullah yang sudah terlampaui menjadi tambahan ibadah yang diridhai Allah SWT. dan bagi Alfath Putra Tour Surabaya semoga pekerjaan melayani kami para jamaah menjadi amalan ibadah.. SUKSES dan TETAP BERKUALITAS dalam PELAYANAN

Abu Rumaisha