×

Tata cara pelaksanaan thawaf sesuai Sunnah Nabi

  • Posted:
  • Author:
Tata cara pelaksanaan thawaf sesuai Sunnah Nabi

Tata cara pelaksanaan Thawaf untuk jamaah Haji dan Umroh

Tata Cara Thawaf Beserta Bacaannya Bagi Jamaah Haji dan Umroh

1. Memulai thawafnya dengan menyisir dekat Hajar Aswad, sambil mencium, menyapu/membasuh atau memberi isyarat sebagaimana dapatnya untuk dilakukan; sambil diucapkan:

بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَر اللَّهُمَّ إِيمَانًا بِكَ  وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bismilllaahi Allaahu akbar, allaahumma iimaanan bika watashdiiqan bikitaabika, wawafaa’an bi’ahdika wattiibaa’an li sunnatin nabiyyika shallallaahu ‘alaihi wa sallam)

Artinya : “Dengan nama Allah, Allah yang maha besar, Ya Allah, demi keimanan kepda-Mu, dan membenarkan kitab suci-Mu, memenuhi janji dengan-Mu serta mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW.” [1].

Bila memungkinkan mencium Hajar Aswad, maka dilakukan. namun apabila tidak maka tidak apa-apa cukup dengan menyentuhkan telapak tangan, menggunakan tongkat, jika masih tidak memungkinkan maka cukup dengan memberi isyarat

2. Disunnahkan berjalan cepat untuk tiga putaran pertama bagi jamaah laki-laki; langkah hendaklah diperpendek dan dipercepat, dan sedapat mungkin mendekatkan diri ke ka’bah. Kemudian pada empat kali putaran selanjutnya hendaklah ia berjalan seperti biasa. Bagi yang tidak dapat berjalan cepat atau mendekati ka’bah, bolehlah thawaf sebagaimana dapatnya, dan disunatkan menyapu/membasuh rukun Yamani dan mencium Hajar Aswad atau mengusapnya pada setiap kali dari 7 putaran itu.

3. Memperbanyak do’a dan dzikir.

a. Saat menghadap Hajar Aswad membaca:

بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَر اللَّهُمَّ إِيمَانًا بِكَ  وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bismilllaahi Allaahu akbar, allaahumma iimaanan bika watashdiiqan bikitaabika, wawafaa’an bi’ahdika wattiibaa’an li sunnatin nabiyyika shallallaahu ‘alaihi wa sallam)

Artinya : “Dengan nama Allah, Allah yang maha besar, Ya Allah, demi keimanan kepda-Mu, dan membenarkan kitab suci-Mu, memenuhi janji dengan-Mu serta mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW.” [1].

b. Jika telah mulai thawaf, diucapkan:

سُبْحَان اللهِ وَ الْحَمْدُ لِلّهِ وَ لآ اِلهَ اِلّا اللّهُ، وَ اللّهُ اَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلاَ قُوَّة ِ الَّا بِاللّهِ

(Subhaanallaah, walhamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wala haulaa walaa kuwwata illaa billaah).

Artinya: “Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Mahabesar dan tiada daya maupun tegaga kecuali dengan Allah.” [2].

Atau membaca doa-doa lain untuk kebaikan dan kebarokahan dunia akhirat.

4. Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar).

Artinya: ” Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka”.[3].

5. Jika telah selesai 7 putaran, shalatlah dua rakat’at dekat maqam Ibrahim,     sambil membaca:

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

(Wattakhidzuu mim maqaami ibraahiima mushalla)

Artinya: ” Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat” [4].

Dengan demikian berakhirlah thawaf, kemudian dilanjutkan dengan sa’i.

 

Penjelasan Imam Syafi’i, Imam Ibnu Abbas dan Ummi ‘Aisyah Seputar Thawaf

1. Do’a dekat hajar aswad, berjalan cepat dan setiap putaran Thawaf

“Saya ingin agar setiap berdekatan dengan hajar aswad, seseorang membaca takbir, dan waktu berjalan cepat agar berdo’a” 

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجّاً مَبْرُوراً وذَنبْاً مَغْفُوراً وَسَعْيًا مَشْكُورًا 

(Allahummaj’alhu hajjan mabruuraa wadzanban maghfuuraa wasa’yan masykuuraa

Artinya: ”Ya Allah, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur, dosaku diampuni, dan sa’iku dihargai

Sedang pada setiap putaran thawaf dibaca:    

 رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ عَمَّا تَعْلَمُ ,و أَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ أللَّهُمَّ  آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ   

(Rabbighfir warham wa’fu ammaa ta’lam, waantal-a’azzul akram. Allaahumma aatinaa fid dun-yaa haanah wafil aakhirati hasanah waqinaa ‘adzaaban naar).

Artinya: ” Ya Tuhanku, ampunilah daku dan kasihanilah, dan maafkan kesalahan-kesalahanku yang Engkau ketahui, dan Engkaulah Yang Mahakuat dan Mahamulia. Ya Allah, berilah kami di dunia ini kebaikan, dan di akhirat juga kebaikan, dan lindungilah kami dari siksa neraka.”

2. Do’a diantara 2 sudut Ka’bah 

Diterima dari Ibnu Abbas r.a. bahwa ia biasa membaca diantara dua sudut Ka’bah:

أللهم قنئنى بما رزقتني وبارك لي فيه واخلف علي كل غابتن بخير

(Allaahummaa qanni’nii bimaa razaqtanii wabaarik lii fiihi, wakhlif ‘alaiya kulla ghaaibatin bikhair

Artinya: ”Ya Allah, berilah daku kecukupan dengan rezeki yang telah Engkau berikan kepadaku, dan berilah daku berkah padanya, serta gantilah segala barang  yang hilang dengan yang baik.” [5].

3. Membaca Al-Qur’an bagi orang yang thawaf

Tak ada halangannya bila orang sedang thawaf itu membaca AL-Qur’an. Karena maksud disyari’atkannya thawaf itu ialah untuk mengingat Allah, sedang Al-Qur’an itu berisikan dzikir – ingat – kepada Allah. Diterima dari ‘Aisyah r.a. bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Diadakannya thawaf di ka’bah, sa’i antara shafa dan Marwa, dan melempar jumrah-jumrah itu tiada lain hanyalah buat membangkitkan dzikir kepada Allah Ta’ala.” [6].

Sumber Tulisan :

Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah 5 hal. 197-211, PT. Al-Ma’arif, Bandung / disertai ta'liq atau catatan kecil dari Buku Saku Ringkas Pelaksanaan Ibadah Umroh beserta doa-doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, Achmad Syaivudin Nawawi, Alfath Putra Utama, 2015

***

[1]. [HR. Ath Thabarani, Syaikh Al Bani mengatakan hadits ini mauquf].

[2]. H.R. Ibnu Majah.

[3]. (QS. Al Baqarah: 201). Juga berdasar hadits: “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata di antara dua rukun: Robbanaa aatina fid dunya hasanah wa fil aakhirooti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar (Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari adzab neraka).” (HR. Abu Daud no. 1892. Juga diriwayatkan oleh Syafi’i, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

[4]. (QS. Al Baqarah: 125).

[5]. Riwayat Sa’id bin Manshur dan Hakim.

[6]. Diriwayatkan oleh Abu Daud, juga oleh Turmudzi yang menyatakan hasan lagi shahih.

[7]. H.R. Abu Daud dan Tirmidzi.

[8]. [Q.S. Al-Baqarah: 158]

Apa Kata Mereka

Abu Rumaisha

Syukur Alhamdulillah... semoga perjalanan menuju Baitullah yang sudah terlampaui menjadi tambahan ibadah yang diridhai Allah SWT. dan bagi Alfath Putra Tour Surabaya semoga pekerjaan melayani kami para jamaah menjadi amalan ibadah.. SUKSES dan TETAP BERKUALITAS dalam PELAYANAN

Abu Rumaisha