×

Syarat dan Sunnah Thawaf

  • Posted:
  • Author:
Syarat dan Sunnah Thawaf

Syarat dan Sunnah Pelaksanaan Thawaf untuk Haji dan Umroh

Definisi Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah 7 kali putaran dengan tata cara yang khusus.

Syarat Thawaf ;

  • Suci  dari Hadats besar dan kecil.
  • Bersih dari najis baik di badan maupun di pakaian.
  • Menutup aurat.
  • Dimulai dengan niat bermaksud Thawaf.
  • Pelaksanaan Tawaf di dalam Masjidil Haram.
  • Memulai Thawaf dari batas Hajar Aswad.
  • Hajar Aswad di kiri badan, boleh menghadapnya dengan badan dan kepala tapi arah kaki tetap ke depan.
  • Ka’bah selalu di sebelah kiri badan selama Thawwaf.
  • Berjalan menuju ke depan tidak mundur ke belakang atau jalan menyamping.
  • Seluruh badan di luar Ka’bah (tidak dalam Hijir Ismail atu Syadzarwan).
  • Mengakhiri setiap putaran di batas Hajar Aswad dan melebihkannya / melewatinya pada putaran terakhir.
  • Mengelilingi Ka’bah 7 kali putaran.

Bagi siapa ragu-ragu tentang jumlah putaran Thawafnya yang telah dilakukannya maka diambil hitungan yang lebih sedikit.

Sunnah Thawaf ;

  • Masuk ke Masjidil Haram dari Babus Salam.
  • Membaca do’a di Babussalam sebelum memulai thawaf.
  • Berjalan kaki saat Thawaf.
  • Wajah selalu menghadap dan memandang Qiblat (Ka’bah).
  • Semakin dekat dengan Ka’bah semakin baik.
  • Tujuh putaran dilakukan secara berkesinambungan.
  • Thawaf dilakukan dengan tenang tidak terburu-buru.
  • Tidak bercakap-cakap selama Thawwaf kecuali untuk keperluan yang baik.
  • Tidak mengejar atau mencari-cari seseorang / sesuatu saat Thawwaf.
  • Menyalami Hajar Aswad dan menciumnya serta meletakkan kening / jidat di dalamnya pada awal Thawwaf jika memungkinkan. Jika tidak, maka cukup mengangkat tangan memberi isyarat ke Hajar Aswad sambil bertakbir.
  • Menyalami Hajar Aswad dan menciumnya setiap mengawali / mengakhiri putaran jika memungkinkan. Jika tidak, maka cukup mengangkat tangan  memberi isyarat ke Hajar Aswad sambil bertakbir.
  • Raml (berlari kecil) di tiga putaran pertama sambil bertakbir umtuk jamaah laki-laki.
  • Idhtiba’ bagi pria (yaitu meletakkan tengah kain ihram bagian atas yang menjadi selendang di bawah ketiak kanan, dan kedua ujungnya di atas pundak kiri).
  • Menyalami Rukun Yamani setiap putaran jika memungkinkan. Jika tidak, maka cukup mengangkat tangan memberi Isyarat ke Rukun Yamani sambil bertakbir.
  • Membaca Do’a Ma’tsur ;

Apa Kata Mereka

Abu Rumaisha

Syukur Alhamdulillah... semoga perjalanan menuju Baitullah yang sudah terlampaui menjadi tambahan ibadah yang diridhai Allah SWT. dan bagi Alfath Putra Tour Surabaya semoga pekerjaan melayani kami para jamaah menjadi amalan ibadah.. SUKSES dan TETAP BERKUALITAS dalam PELAYANAN

Abu Rumaisha