×

Catatan Pedoman Pelaksanaan Ibadah Umroh

  • Posted:
  • Author:
Catatan Pedoman Pelaksanaan Ibadah Umroh

Buku Tuntunan Ibadah Umroh Sesuai Sunnah Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam

MENGAWALI  DARI RUMAH  DENGAN NIAT MEMOHON RIDHO ALLAH UNTUK MENJALANKAN IBADAH UMROH DAN BERDO’A KELUAR RUMAH  

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ 

Dengan nama Allah saya bertawakkal kepada Allah yang tiada kekuatan dan kemampuan kecuali dari Allah. (HR. Abu Daud kedudukan hadits shahih) 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan petunjuk bahwa barang siapa keluar rumah membaca do’a tersebut akan mendapatkan;  PETUNJUK, KECUKUPAN, PERLINDUNGAN dari Allah dan Allah menjauhkannya dari setan. (HR. Abu Daud dengan kedudukan shahih)  


SETIAP MENAIKI KENDARAAN HENDAKLAH MEMBACA DOA

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ - سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ - اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنْ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى- اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ - اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي الْأَهْلِ - اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ 


- Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.  
- Maha Suci Allah yang telah memperjalankan kendaraan ini yang sedianya kita tidak mampu mengen-dalikannya. Dan sesungguhnya kami kem-balinya hanya kepada Allah.  
- Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebajikan dan ketaqwaan dalam perjalanan kami, dan kami memohon ridho-Mu dari perkerjaan yang kami kerjakan.  
- Ya Allah mudahkanlah perjalanan ini dan dekatkanlah kepada kami kejauhannya.  
- Ya Allah Engkaulah teman dalam per-jalanan dan pengganti bagi keluarga yang ditinggalkan.  
- Ya Allah sesungguhnya kami memohon perlindungan kepadaMu dari derita perja-lanan dan pemandangan yang menyedihkan serta kepulangan yang buruk terhadap harta dan keluarga. (HR. Muslim) 

SELAMA DALAM PERJALANAN HENDAKLAH MEMPERBANYAK DZIKIR KEPADA ALLAH DENGAN BERTASBIH, TAHMID, TAHLIL, TAKBIR DAN ISTIGHFAR. 

SESAMPAINYA DI MADINAH MEMPERBANYAK IBADAH  DENGAN CARA: 
1. Selalu shalat fardhu 5 waktu di Masjid Nabawi, karena shalat di Masjid Nabawi oleh Allah di berikan nilai 1.000 kali shalat (HR. Al-Bukhari dan Muslim) 
2. Melakukan shalat-shalat sunnah seperti shalat tahajjud, shalat dhuha, shalat tahiyyatul masjid, shalat qobliyah (sebelum) dan ba’diyah (sesudah) shalat fardhu yang disyariatkan 
3. Memperbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an disaat menunggu waktu shalat fardhu atau sebelum shalat  tersebut dimulai 
4. Tidak melakukan kemaksiatan (dosa) yang disengaja selama berada di Madinah 
5. Mendatangi Roudhah (tempat antara mimbar Rasulullah dan rumah beliau [sekarang makam beliau]) untuk beribadah 

BERZIARAH KE MAKAM RASULULLAH, MAKAM BAQI’ ATAU SYUHADA’ UHUD 
1. Ketika berziarah ke makam Rasulullah mengucapkan: 

السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا أَبَا بَكْرٍ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ عُمَرُ 

“Semoga kesejahteraan atasmu wahai 
Rasulullah, wahai Abu Bakar dan juga Umar.” (Riwayat Al-Baihaqi dengan sanad shahih) 
2. Ketika berziarah ke makam Baqi’ atau makam syuhada’ Uhud membaca: 

السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ، مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا، إِنْ شَاءَ اللهُ لَلَاحِقُونَ، نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ 

Semoga kesejahteraan atas penghuni kubur dari kaum mu’minin dan muslimin dan bahwa kami insya Allah akan bertemu. Aku memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan kalian (HR. Muslim) 

 

MENDATANGI MASJID QUBA’ DAN SHALAT DI DALAMNYA

Sebelum berziara atau mendatangi Masjid Quba’ yang harus diperhatikan adalah 

Hendaknya bersuci terlebih dahulu sebelum berangkat menuju Masjid Quba’. Jika diperjalanan batal wudhu, maka bisa wudhu kembali di masjid tersebut.

Shalat yang didirikan di Masjid Quba’ adalah bisa shalat sunnah atau wajib

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءَ، فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ

Barangsiapa bersuci (membersihkan diri dari najis dan hadats) di rumahnya, kemudian datang ke masjid Quba dan shalat di dalamnya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala umrah. (HR. Ibn Majah dengan kedudukan shahih)
 


MEMULAI IBADAH UMROH 


MENUJU KE MIQOT  
(TEMPAT MEMULAI IHRAM UMROH)  

1. Memakai pakaian ihrom 
2. Memulai ihram umroh dengan cara mengucapkan niat 

لَبَّيْكَ عُمْرَةً 

Kami datang untuk memenuhi panggilanMu  
untuk ber’umrah (HR. Muslim) 
Boleh membaca : 

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً 

Yaa Allah kami datang untuk memenuhi panggilanMu untuk berumrah  

Setelah mengucapkan ucapan tersebut maka berlaku hukum ihram, dengan dilarang menggunakan parfum atau wewangian, memotong kuku, memotong rambut dan lain-lainnya larangan yang sedang berihram. 

SETELAH MEMULAI IHRAM DAN SELAMA DALAM KEADAAN BERIHRAM HENDAKLAH MEMPERBANYAK  MENGUCAPKAN TALBIAH 
 

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ 
لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ  
إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ  
لَا شَرِيكَ لَكَ 

- Kami datang memenuhi panggilan-Mu, Wahai Allah,  
- Kami datang memenuhi panggilan-Mu yang tiada sekutu bagiMu, kami datang memenuhi panggilan-Mu.  
- Sesungguhnya segala pujian, keni’ma-tan dan kekuasaan adalah milik-Mu  
- Yang tiada sekutu bagi-Mu.  
   (HR. Al-Bukhari) 

SESAMPAINYA DI MASJIDIL HARAM MASUK KE DALAM MASJID DENGAN KAKI KANAN TERLEBIH DAHULU KEMUDIAN MEMBACA DO’A 

 اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ 

Ya Allah, bukakanlah untukku pintu rahmat-Mu. (HR. Muslim) 
Boleh juga membaca do’a masuk masjid sebagai berikut : 

بِسْمِ اللَّهِ، وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ 
 

Dengan nama Allah, semoga keselamatan atas Rasulullah, Ya Allah ampunilah dosaku, dan bukakanlah untukku pintu rahmat-Mu. (HR. Ibnu Majah jalur periwayatannya shahih) 

KETIKA SAMPAI DI DALAM MASJIDIL HARAM, SELANJUTNYA MENUJU KE TEMPAT THAWAF DI SEKELILING KA’BAH 

1. Khusus untuk laki-laki melakukan IDHTHIBA’ yaitu: upaya merubah keberadaan kain ihram yang semula diselimutkan melilit leher dan menutup bagian dada dan punggung, kemudian dirubah dengan menyelempangkannya ke bawah ketiak tangan kanan sehingga nampak bahu kanan.  

2. Untuk wanita tidak perlu melakukan perubahan apapun atas baju ihramnya. 

3. Menuju ke tempat memulai thawaf yaitu garis yang sejajar dengan Hajar Aswad dengan tenang untuk memulai melakukan ibadah thawaf. 

MEMULAI THAWAF UNTUK UMRAH DIMULAI DARI ARAH YANG SEJAJAR DENGAN HAJAR ASWAD DENGAN MEMBACA 

اللَّهُ أَكْبَرُ 

Allah Maha Besar (HR. Al-Bukhari) 

Bisa juga membaca 

بِسْمِ اللهِ اللَّهُ أَكْبَرُ 

(Tambahan ini dari para ulama’) 

Memulai thawaf dengan mencium Hajar Aswad jika bisa, jika tidak cukup me-ngusap dengan tangan atau tongkat dan sejenisnya dan menciumnya, jika tidak bisa juga cukup memberi isyarat dengan tangan dan mengucapkan “Allahu Akbar” 
(HR. Al-Bukhari) 

Tidak ada do’a khusus untuk thawaf. Sebaiknya  memperbanyak tasbih, tahmid, takbir dan tahlil serta doa pada saat thawaf   
 

BERLARI-LARI KECIL PADA TIGA PUTARAN PERTAMA (KHUSUS UNTUK LAKI-LAKI) DAN SESAMPAINYA DI   RUKUN YAMANI, MENGUSAPNYA  DAN TIDAK MENCIUMNYA KEMUDIAN MEMBACA DO’A BERIKUT INI HINGGA SAMPAI DI SEJAJAR DENGAN HAJAR ASWAD

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Ya Tuhan kami berikanlah kepadakami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat (HR. Ahmad)

Demikian dilakukan sebanyak tujuh putaran dengan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama (khusus bagi laki-laki) dan berjalan biasa pada 4 putaran beikutnya hingga selesai.


SELESAI THAWAF KEMUDIAN MENUJU KE MAQOM IBRAHIM DAN MEMBACA 

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Dan jadikanlah sebagian maqom Ibrahim tempat untuk shalat. (Al-Baqarah 125) 

Shalat dua rakaat di belakang  maqom Ibrahim. Membaca Surah Al-Kafirun setelah Al-Fatihah pada raka’at pertama dan membaca surah Al-Ikhlas pada raka’at kedua

Kemudian minum air Zam-zam. Dan kembali ke Hajar aswad untuk meng-usapnya (jika memungkinkan) sebelum menuju ke tempat sa’i.  
Jika tidak memungkinkan bisa segera menuju ke Mas’a (tempat sa’i yaitu Shofa dan Marwa) 

MENUJU KE TEMPAT SA’I DAN KETIKA MENDEKATI BUKIT SHAFA MEMBACA

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ 

Sesungguhnya  Shafa dan Marawa adalah sebagian dari syiar-syiar Allah. (Al-Baqarah 158)  (HR. An-Nasa’i) 

KEMUDIAN MEMBACA

نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ 

Kami memulai sebagaimana yang dimulai oleh Allah. (HR. Abu Daud) 
Keseluruhan bacaan tersebut hanya dibaca sekali saja di saat itu 

DI BUKIT SHAFA MENGHADAPKAN WAJAH KE KA’BAH SERAYA MEMBACA  

اللَّهُ أَكْبَر اللَّهُ أَكْبَرُ  اللَّهُ أَكْبَرُ, لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ, أَنْجَزَ وَعْدَهُ, وَنَصَرَ عَبْدَهُ, وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ 

Allah Maha Besar 3X, Tiada Ilah yang patut diibadahi selain Allah semata yang tiada sekutu bagiNya. Hanya bagi-Nya segala kekuasaan dan pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.  Tiada Ilah yang patut diibadahi selain Allah semata, yang menepati janji-Nya dan memenangkan hamba-Nya serta meng-hancurkan pasukan musuh (Al-Ahzaab) tanpa bantuan siapapun. (HR. Muslim)   Dibaca 3 X (tiga kali) 

DARI SHAFA MENUJU MARWA DAN KETIKA SAMPAI DI MARWA MENGHADAP KE ARAH KA’BAH KEMUDIAN MEMBACA SEPERTI BACAAN DI SHAFA, DIBACA 3 X  

اللَّهُ أَكْبَر اللَّهُ أَكْبَرُ  اللَّهُ أَكْبَرُ, لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ, أَنْجَزَ وَعْدَهُ, وَنَصَرَ عَبْدَهُ, وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ 

- Sa’i dilakukan 7X  
- Berlari-lari kecil (khusus laki-laki) diantara lampu hijau 
- Dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwa 
- Tidak ada do’a khusus selama sa’i 
- Sebaik memperbanyak dzikir dan do’a atau membaca Al-Qur’an 

SETELAH SELESAI PUTARAN SA’I  YANG KETUJUH, MELAKUKAN TAHALLUL (KEMBALI HALAL MEALUKAN YANG SEBELUMNYA DIHARAMKAN SELAMA BERIHRAM) DENGAN MEMOTONG RAMBUT 

1. Untuk laki-laki memotong rambutnya pendek-pendek atau gundul. 
Dalam hadits disebutkan “Kemudian bertahallul (memotong pendek rambut bagi laki-laki) (HR. Al-Bukhari dan Muslim) 
2. Untuk wanita tahallulnya cukup dengan memotong beberapa helai rambut sepanjang ruas jari tangan. 
 

Selesailah ibadah Umrah. 
 

SELAMA BERMUKIM DI MAKKAH MEMPERBANYAK IBADAH DENGAN: 

1. Selalu shalat fardhu 5 waktu di Masjidil Haram, karena shalat di Masjidil Haram oleh Allah di berikan nilai 100.000 kali shalat (HR. Ibnu Majah dengan kedudukan hadits shahih) 
2. Melakukan shalat-shalat sunnah seperti shalat tahajjud, shalat dhuha,  shalat qobliyah (sebelum) dan ba’diyah (sesudah) shalat fardhu yang disyariatkan 
3. Memperbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an disaat menunggu waktu shalat fardhu atau sebelum shalat  tersebut dimulai 
4. Memperbanyak thawaf, dengan tata cara sebagaimana thawaf untuk umroh 

SEMOGA UPAYA YANG MAKSIMAL DALAM IBADAH KITA MENJADIKAN ALLAH MENYUKAI DAN MERIDHOINYA 
 

Apa Kata Mereka

Abu Rumaisha

Syukur Alhamdulillah... semoga perjalanan menuju Baitullah yang sudah terlampaui menjadi tambahan ibadah yang diridhai Allah SWT. dan bagi Alfath Putra Tour Surabaya semoga pekerjaan melayani kami para jamaah menjadi amalan ibadah.. SUKSES dan TETAP BERKUALITAS dalam PELAYANAN

Abu Rumaisha